Saat Kita SADAR

Di saat kita SADAR, kita tidak memiliki apa-apa Di saat kita SADAR, kita tidak memiliki kuasa, kita tidak pernah memiliki DAYA, bahkan untuk sekedar memejam mata.

Hidup Itu Sederhana, Sesederhana ini

Hidup itu sederhana, sesederhana ini>>>Ada seseorang saat melamar kerja, memungut sampah kertas di lantai ke dalam tong sampah, dan hal itu terlihat oleh peng-interview, dan dia mendapatkan pekerjaan tersebut. "Ternyata untuk memperoleh penghargaan sangat mudah, cukup memelihara kebiasaan yang baik."

Inilah Dunia Tanpa Batas

Inilah dunia yang tanpa batas Mencintainya adalah sebuah petaka. Menjauhinya juga tidak selalu membuatmu bahagia. Tempat dimana kau akan terus mencari dan mencari. Tempat dimana kau akan berlari tak henti berlari. sampai kau dipaksa diam, mati.

KISAH SAHABAT TERBAIK

Suatu ketika di india kuno,hiduplah seorang guru yang telah tua.Pada zaman itu jumlah sekolah tidak banyak,dah hanya ada satu guru dan banyak siswa dalah satu sekolah.Guru inipun mengajarkan banyak hal.

Untuk Kesekian kalinya

Kemana harus berpaling Ketika dosa dosa hina mulai terasa sesak membosankan Kepada siapa harus bicara Sementara hati, terlalu kotor untuk berkata-kata

Tampilkan postingan dengan label motivasi cinta. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label motivasi cinta. Tampilkan semua postingan

Minggu, 27 Oktober 2013

Berikan Cinta

Cinta adalah karunia terbesar. Ia membawa cahaya hangat ke dingin dan gelap menawarkan harapan dimana sebelumnya tidak ada.

Perubahan cinta dalam kehidupan. Meskipun ia tidak memiliki alasan logis, cinta tetap ada setelah semuanya telah memudar.

Cinta adalah lebih ringan dari kepingan salju terkecil dan lebih kuat dari tentara yang terkuat. Dengan cinta, yang tidak mungkin menjadi nyata.

Apa yang dibangun dan dipelihara dengan cinta dapat menahan tantangan apapun. Cinta itu mengerti, memungkinkan, melindungi dan dapat menginspirasi.

Semakin cinta kita berikan, maka semakin kita akan memiliki. Dalam cinta adalah kekuatan kesabaran dan kebebasan pengampunan.

Pada hari ini cinta akan memberi, memilih untuk menawarkan hadiah terbesar, paling bermakna dan abadi yang dapat kita berikan.

Dengan setiap kata, pikiran, gerakan, interaksi, maka ia akan memberikan cinta. Cinta yang dapat menguatkan cinta itu sendiri, dan cinta terbaik hanya dimiliki mereka yang dalam dirinya punya cinta kepadaNya.


Senin, 21 Oktober 2013

Perluas Pandangan Kita

Jika kita mengalami kesulitan menemukan jawaban, bisa jadi hal itu karena kita terus melihat di mana kita sudah melihat. Jika tampak bahwa masalah tidak memiliki solusi yang baik, maka perluaslah pandangan kita.

Jawaban dan peluang yang paling pasti ada di luar sana. Dalam rangka untuk menemukan mereka, maka kita harus melepaskan beberapa asumsi dan membuka diri terhadap kemungkinan-kemungkinan baru.

Kondisi perubahan, ditambah orang berubah dan seluruh dunia dapat berubah dengan cepat. Jika kita terus melihat hal-hal yang sama persis seperti yang kita lakukan kemarin, maka kita akan kehilangan seluruh banyak peluang baru.

Hal ini bagus untuk tetap kukuh berakar pada nilai-nilai yang paling berharga dan dapat dipegang. Namun itu juga sangat penting untuk hidup dan mengekspresikan nilai-nilai dengan cara baru, kreatif dan diperbarui.

Ada banyak cara untuk memperkaya hidup dan dunia kita bahwa kita tidak pernah bahkan dianggap. Melangkahlah keluar dari rutinitas kita, lalu mundur dari asumsi-asumsi kita. Perluaslah pandangan kita dan lihat beberapa kemungkinan tersebut untuk bisa dicapai.

Buatlah pilihan-pilihan untuk usaha di luar apa yang kita merasa nyaman denganya, di luar apa yang sudah kita kenal dan berasumsi baik. Harta baru yang besar menunggu untuk kita di sana.


Minggu, 20 Oktober 2013

Hidup dalam Cinta

Kita memiliki kemampuan untuk mencintai. Dan dari kemampuan yang datang setiap kemampuan.

Cinta dapat mengubah beban paling menyakitkan menjadi sebuah keberkahan. Berhenti berjuang melawan apa dan mulai mencintai apa yang kita tahu kita bisa.

Hiduplah di dalam cinta, maka kita hidup dengan kekuasaan positif. Hiduplah di dalam cinta, dan memungkinkan yang terbaik dalam diri kita untuk mengetahui ekspresi penuh.

Cinta membuat kita tetap fokus pada apa yang benar-benar penting kita lakukan. Cinta membuat kita akan melawan segala rintangan yang datang.

Lepaskan kekhawatiran, kecemasan, kemarahan dan frustrasi, dengan cinta yang ada. Karena hal itu akan bersinar lebih terang dari sebelumnya.

Hidup dalam cinta. Dan kita tinggal penuh di dalam kehidupanNya. Karena cinta yang paling besar hanya bersandar kepadaNya.


Senin, 07 Oktober 2013

Momen Indah

Nikmati keindahan saat ini dan biarkan hal itu mengisi hidup kita. Tapi jangan mencoba untuk menahannya.

Segera setelah kita berusaha memilikinya, pasti keindahannya akan hilang. Ketika kita memahami hal itu terlalu erat, maka kita kehilangan kemampuan untuk mengalami hal itu.

Biarlah momen indah ini saat mengalir ke arah kita, dan kemudian biarkan mengalir menjauh dari kita sebagai momen berikutnya datang untuk mengambil tempatnya. Biarkan pengalaman indah hidup ini untuk dilahirkan lagi dan lagi.

Nilai riil saat ini adalah bagaimana cara kita menjalaninya. Hidup itu penuh, penuh cinta, penuh syukur, dan tidak perlu untuk berpegang pada hal itu. Untuk yang terbaik dari itu akan selalu menjadi bagian dari kita.

Dan setiap saat menawarkan harta tersendiri. Lepaskan keinginan kita untuk menilai, menganalisis, memiliki, dan kita hanya mengalami keajaiban yang datang sekarang.

Kita bebas pada saat ini untuk hidup, untuk membuat, untuk memberikan, dan untuk tumbuh. Dengan penuh cinta akan membuka mata kita untuk kemungkinan berlimpah, dan menyelam lembut ke momen indah ini.


Cinta Hari Ini

Cinta hari ini dan itu akan baik untuk kita. Menghargai kesempatan untuk pengalaman hidup, dan pengalaman akan menjadi indah.

Kemajuan yang kita cari tidak selalu datang dengan cara yang kita pikir. Namun ketika kita mencari, bertahan dan berharap, bahwa kemajuan tidak selalu datang.

Jangan biarkan diri kita jadi terganggu oleh masalah. Ingatkan diri kita untuk mengambil semuanya dengan tenang, dan kita akan menemukan nilai besar dan kekayaan sepanjang jalan.

Maju dengan niat yang jelas dan positif, berusaha untuk membuat perbedaan yang bermanfaat bagi semua. Di dalam apapun yang mungkin saja terjadi, maka kita akan menemukan cara baru untuk melanjutkan tujuan sejati kita.

Dalam setiap aspek kehidupan, selalu di dominasi cara kita mempertimbangkan untuk menjadi hal terbaik. Maka pertimbangkan untuk menjadi unik, berharga, ajaib, penuh cinta dengan peluang dan kelimpahan, sekaligus memberikan setiap saat realitas rasa positif kita.

Buatlah keputusan untuk mencintai hari ini, tempat ini, saat ini, pengalaman khusus yang hidup dengan orang-orang di sekitar kita. Dan pasti akan ada sangat banyak untuk mencintai.


Jumat, 12 Juli 2013

Pengantin Bidadari, Kisah Cinta Seorang Syuhada

kisah, kisah islami, kisah cinta, inspirasi cinta, islamic motivation

Pada masa Rasulullah, di Madinah, tinggallah seorang pemuda bernama Zulebid. Dikenal sebagai pemuda yang baik di kalangan para sahabat. Juga dalam hal ibadahnya termasuk orang yang rajin dan taat.

Dari sudut ekonomi dan finansial, ia pun tergolong berkecukupan. Sebagai seorang yang telah dianggap mampu, ia hendak melaksanakan sunnah Rasul yaitu menikah. Beberapa kali ia meminang gadis di kota itu, namun selalu ditolak oleh pihak orang tua ataupun sang gadis dengan berbagai alasan.

Akhirnya pada suatu pagi, ia menumpahkan kegalauan tersebut kepada sahabat yang dekat dengan Rasulullah.

“Coba engkau temui langsung Baginda Nabi, semoga engkau mendapatkan jalan keluar yang terbaik bagimu”, nasihat mereka.

Zulebid kemudian mengutarakan isi hatinya kepada Baginda Nabi.

Sambil tersenyum beliau berkata:
“Maukah engkau saya nikahkan dengan putri si Fulan?”

“Seandainya itu adalah saran darimu, saya terima. Ya Rasulullah, putri si Fulan itu terkenal akan kecantikan dan kesholihannya, dan hingga kini ayahnya selalu menolak lamaran dari siapapun.

“Katakanlah aku yang mengutusmu”, sahut Baginda Nabi.
“Baiklah ya Rasul”, dan Zulebid segera bergegas bersiap dan pergi ke rumah si Fulan.

Sesampai di rumah Fulan, Zulebid disambut sendiri oleh Fulan
“Ada keperluan apakah hingga saudara datang ke rumah saya?” Tanya Fulan.

“Rasulullah saw yang mengutus saya ke sini, saya hendak meminang putrimu si A.” Jawab Zulebid sedikit gugup.

“Wahai anak muda, tunggulah sebentar, akan saya tanyakan dulu kepada putriku.”

Fulan menemui putrinya dan bertanya, “bagaimana pendapatmu wahai putriku?”

Jawab putrinya, “Ayah, jika memang ia datang karena diutus oleh Rasulullah saw, maka terimalah lamarannya, dan aku akan ikhlas menjadi istrinya.”

Akhirnya pagi itu juga, pernikahan diselenggarakan dengan sederhana. Zulebid kemudian memboyong istrinya ke rumahnya.
Sambil memandangi wajah istrinya, ia berkata,” duhai Anda yang di wajahnya terlukiskan kecantikan bidadari, apakah ini yang engkau idamkan selama ini? Bahagiakah engkau dengan memilihku menjadi suamimu?”

Jawab istrinya, ” Engkau adalah lelaki pilihan rasul yang datang meminangku. Tentu Allah telah menakdirkan yang terbaik darimu untukku. Tak ada kebahagiaan selain menanti tibanya malam yang dinantikan para pengantin.”

Zulebid tersenyum. Dipandanginya wajah indah itu ketika kemudian terdengar pintu rumah diketuk. Segera ia bangkit dan membuka pintu. Seorang laki-laki mengabarkan bahwa ada panggilan untuk berkumpul di masjid, panggilan berjihad dalam perang.

Zulebid masuk kembali ke rumah dan menemui istrinya.

“Duhai istriku yang senyumannya menancap hingga ke relung batinku, demikian besar tumbuhnya cintaku kepadamu, namun panggilan Allah untuk berjihad melebihi semua kecintaanku itu. Aku mohon keridhoanmu sebelum keberangkatanku ke medan perang. Kiranya Allah mengetahui semua arah jalan hidup kita ini.”

Istrinya menyahut, “Pergilah suamiku, betapa besar pula bertumbuhnya kecintaanku kepadamu, namun hak Yang Maha Adil lebih besar kepemilikannya terhadapmu. Doa dan ridhoku menyertaimu”

Zulebid lalu bersiap dan bergabung bersama tentara muslim menuju ke medan perang. Gagah berani ia mengayunkan pedangnya, berkelebat dan berdesing hingga beberapa orang musuh pun tewas ditangannya. Ia bertarung merangsek terus maju sambil senantiasa mengumandangkan kalimat Tauhi…ketika sebuah anak panah dari arah depan tak sempat dihindarinya. Menancap tepat di dadanya. Zulebid terjatuh, berusaha menghindari anak panah lainnya yang berseliweran di udara. Ia merasa dadanya mulai sesak, nafasnya tak beraturan, pedangnya pun mulai terkulai terlepas dari tangannya.

Sambil bersandar di antara tumpukan korban, ia merasa panggilan Allah sudah begitu dekat. Terbayang wajah kedua orangtuanya yang begitu dikasihinya. Teringat akan masa kecilnya bersama-sama saudaranya. Berlari-larian bersama teman sepermainannya.

Berganti bayangan wajah Rasulullah yang begitu dihormati, dijunjung dan dikaguminya. Hingga akhirnya bayangan rupawan istrinya. Istrinya yang baru dinikahinya pagi tadi. Senyum yang begitu manis menyertainya tatkala ia berpamitan. Wajah cantik itu demikian sejuk memandangnya sambil mendoakannya. Detik demi detik, syahadat pun terucapkan dari bibir Zulebid. Perlahan-lahan matanya mulai memejam, senyum menghiasinya … Zulebid pergi menghadap Ilahi, gugur sebagai syuhada.

Rasulullah dan para sahabat mengumpulkan syuhada yang gugur dalam perang. Di antara para mujahid tersebut terdapatlah tubuh Zulebid yang tengah bersandar di tumpukan mayat musuh.

Akhirnya dikuburkanlah jenazah zulebid di suatu tempat. Berdampingan dengan para syuhada lain.

Tanpa dimandikan …
Tanpa dikafankan …

Tanah terakhir ditutupkan ke atas makam Zulebid.

Rasulullah terpekur di samping pusara tersebut.
Para sahabat terdiam membisu.

Sejenak kemudian terdengar suara Rasulullah seperti menahan isak tangis. Air mata berlinang di dari pelupuk mata beliau
Lalu beberapa waktu kemudian beliau seolah-olah menengadah ke atas sambil tersenyum.

Wajah beliau berubah menjadi cerah. Belum hilang keheranan shahabat, tiba-tiba Rasulullah menolehkan pandangannya ke samping seraya menutupkan tangan menghalangi arah pandangan mata beliau.

Akhirnya keadaan kembali seperti semula ..
Para shahabat lalu bertanya-tanya, ada apa dengan Rasulullah.
“Wahai Rasulullah, mengapa di pusara Zulebid engkau menangis?”

Jawab Rasul, “Aku menangis karena mengingat Zulebid. Oo ..
-Zulebid, pagi tadi engaku datang kepadaku minta restuku untuk menikah dan engkau pun menikah hari ini juga. Ini hari bahagia.Seharusnya saat ini Engkau sedang menantikan malam Zafaf, malam yang ditunggu oleh para pengantin.”

“Lalu mengapa kemudian Engkau menengadah dan tersenyum?” Tanya sahabat lagi.

” Aku menengadah karena kulihat beberapa bidadari turun dari langit dan udara menjadi wangi semerbak dan aku tersenyum karena mereka datang hendak menjemput Zulebid,” Jawab Rasulullah.

“Dan lalu mengapa kemudian Engkau memalingkan pandangannya dan menoleh ke samping?” Tanya mereka lagi.

“Aku mengalihkan pandangan menghindar karena sebelumnya kulihat, saking banyaknya bidadari yang menjemput Zulebid, beberapa diantaranya berebut memegangi tangan dan kaki Zulebid. Hingga dari salah satu gaun dari bidadari tersebut ada yang sedikit tersingkap betisnya.”

Di rumah, istri Zulebid menanti sang suami yang tak kunjung kembali. Ketika terdengar kabar suaminya telah menghadap sang ilahi Rabbi, Pencipta segala Maha Karya.

Malam menjelang …
Terlelap ia, sejenak berada dalam keadaan setengah mimpi dan dan nyata ..

Lamat-lamat ia seperti melihat Zulebid datang dari kejauhan .. Tersenyum, namun wajahnya menyiratkan kesedihan pula ..

Terdengar Zulebid berkata, “Istriku, aku baik-baik saja. Aku menunggumu disini. Engkaulah bidadari sejatiku. Semua bidadari disini pabila aku menyebut namamu akan menggumamkan cemburu padamu…. Dan kan kubiarkan engkau yang tercantik di hatiku.”

Istri Zulebid, terdiam.
Matanya basah …
Ada sesuatu yang menggenang disana ..

Seperti tak lepas ia mengingat acara pernikahan tadi pagi ..
Dan bayangan suaminya yang baru saja hadir ..
Ia menggerakkan bibirnya ..
“Suamiku, aku mencintaimu …
Dan dengan semua ketentuan Allah ini bagi kita ..
Aku ikhlas …..”

Dan,..
Akan kemanakah kumbang terbang ..
Pada siapa rindu mendendam ..
Kekasih yang terkasih ..
Pencinta dan yang dicinta ..
Semua berurai air mata ..
Sedih, ataukah bahagia …..?

Wallahu a'lam bishshawab......

Minggu, 19 Mei 2013

Kirimkan cinta

Alih-alih mengirim kemarahan, maka kirimkan saja cinta. Alih-alih mengisi pikiran kita dengan kekhawatiran maupun frustrasi, maka isilah pikiran kita dengan cinta.

Kirim kasih sayang yang tulus kepada mereka yang mendukung kita. Dan kirim kasih sayang yang tulus kepada mereka yang tidak setuju dengan kita.

Lepaskan kebutuhan untuk mendapatkan kata terakhir, bahkan untuk mendapatkan atau untuk membuktikan diri. Kirimkan cinta, maka kita akan menemukan diri kita hidup dengan kekuatan tak tergoyahkan dan efektivitas.

Kirimkan cinta, dan rasakan kecemasan kita akan mencair. Kirimkan cinta, maka pengalaman hidup pada tingkat tertinggi akan kita lewati.

Bila kita tidak yakin apa yang harus dilakukan, maka lakukan apa yang kita yakini ini sebuah otentik, jujur dan peduli.

Bergeraklah maju dengan cinta, untuk diri sendiri, untuk hidup, dan untuk orang lain, maka kita akan bergerak ke arah hal-hal yang baik dan berharga.

Jalani kehidupan yang nyata, kaya, dan penuh kebaikan. Dan kirimkan cinta, maka hidup yang terbaik yang adalah yang akan kita dapati.

>> follow @CepPangeran


Minggu, 28 April 2013

Kisah Cinta Romantis Ali dan Fatimah


islamic motivation, cinta, kisah islami, motivasi cinta, Kisah Cinta Romantis Ali dan Fatimah

Ada rahasia terdalam di hati Ali yang tak dikisahkannya pada siapapun. Fathimah. Karib kecilnya, puteri tersayang dari Sang Nabi yang adalah sepupunya itu, sungguh memesonanya. Kesantunannya, ibadahnya, kecekatan kerjanya, parasnya. Lihatlah gadis itu pada suatu hari ketika ayahnya pulang dengan luka memercik darah dan kepala yang dilumur isi perut unta. Ia bersihkan hati-hati, ia seka dengan penuh cinta. Ia bakar perca, ia tempelkan ke luka untuk menghentikan darah ayahnya.

Semuanya dilakukan dengan mata gerimis dan hati menangis. Muhammad ibn 'Abdullah Sang Tepercaya tak layak diperlakukan demikian oleh kaumnya! Maka gadis cilik itu bangkit. Gagah ia berjalan menuju Ka'bah. Di sana, para pemuka Quraisy yang semula saling tertawa membanggakan tindakannya pada Sang Nabi tiba-tiba dicekam diam. Fathimah menghardik mereka dan seolah waktu berhenti, tak memberi mulut-mulut jalang itu kesempatan untuk menimpali. Mengagumkan!

Ali tak tahu apakah rasa itu bisa disebut cinta. Tapi, ia memang tersentak ketika suatu hari mendengar kabar yang mengejutkan. Fathimah dilamar seorang lelaki yang paling akrab dan paling dekat kedudukannya dengan Sang Nabi. Lelaki yang membela Islam dengan harta dan jiwa sejak awal-awal risalah. Lelaki yang iman dan akhlaqnya tak diragukan; Abu Bakr Ash Shiddiq, Radhiyallaahu ’Anhu

"Allah mengujiku rupanya", begitu batin ’Ali.

Ia merasa diuji karena merasa apalah ia dibanding Abu Bakar. Kedudukan di sisi Nabi? Abu Bakar lebih utama, mungkin justru karena ia bukan kerabat dekat Nabi seperti 'Ali, namun keimanan dan pembelaannya pada Allah dan RasulNya tak tertandingi. Lihatlah bagaimana Abu Bakar menjadi kawan perjalanan Nabi dalam hijrah sementara 'Ali bertugas menggantikan beliau untuk menanti maut di ranjangnya.

Lihatlah juga bagaimana Abu Bakr berda’wah. Lihatlah berapa banyak tokoh bangsawan dan saudagar Makkah yang masuk Islam karena sentuhan Abu Bakar; 'Utsman, 'Abdurrahman ibn 'Auf, Thalhah, Zubair, Sa'd ibn Abi Waqqash, Mush'ab.. Ini yang tak mungkin dilakukan kanak-kanak kurang pergaulan seperti 'Ali.

Lihatlah berapa banyak budak Muslim yang dibebaskan dan para faqir yang dibela Abu Bakar; Bilal, Khabbab, keluarga Yassir, 'Abdullah ibn Mas'ud.. Dan siapa budak yang dibebaskan 'Ali? Dari sisi finansial, Abu Bakar sang saudagar, insya Allah lebih bisa membahagiakan Fathimah.

'Ali hanya pemuda miskin dari keluarga miskin. "Inilah persaudaraan dan cinta", gumam 'Ali.

"Aku mengutamakan Abu Bakar atas diriku, aku mengutamakan kebahagiaan Fathimah atas cintaku."

Cinta tak pernah meminta untuk menanti. Ia mengambil kesempatan atau mempersilakan. Ia adalah keberanian, atau pengorbanan

Beberapa waktu berlalu, ternyata Allah menumbuhkan kembali tunas harap di hatinya yang sempat layu.

Lamaran Abu Bakr ditolak. Dan ’Ali terus menjaga semangatnya untuk mempersiapkan diri. Ah, ujian itu rupanya belum berakhir. Setelah Abu Bakr mundur, datanglah melamar Fathimah seorang laki-laki lain yang gagah dan perkasa, seorang lelaki yang sejak masuk Islamnya membuat kaum Muslimin berani tegak mengangkat muka, seorang laki-laki yang membuat syaithan berlari takut dan musuh- musuh Allah bertekuk lutut.

'Umar ibn Al Khaththab. Ya, Al Faruq, sang pemisah kebenaran dan kebathilan itu juga datang melamar Fathimah. 'Umar memang masuk Islam belakangan, sekitar 3 tahun setelah 'Ali dan Abu Bakar. Tapi siapa yang menyangsikan ketulusannya? Siapa yang menyangsikan kecerdasannya untuk mengejar pemahaman? Siapa yang menyangsikan semua pembelaan dahsyat yang hanya 'Umar dan Hamzah yang mampu memberikannya pada kaum muslimin? Dan lebih dari itu, 'Ali mendengar sendiri betapa seringnya Nabi berkata, "Aku datang bersama Abu Bakar dan 'Umar, aku keluar bersama Abu Bakr dan 'Umar, aku masuk bersama Abu Bakr dan 'Umar.."

Betapa tinggi kedudukannya di sisi Rasul, di sisi ayah Fathimah. Lalu coba bandingkan bagaimana dia berhijrah dan bagaimana 'Umar melakukannya. 'Ali menyusul sang Nabi dengan sembunyi-sembunyi, dalam kejaran musuh yang frustasi karena tak menemukan beliau Shallallaahu 'Alaihi wa Sallam. Maka ia hanya berani berjalan di kelam malam. Selebihnya, di siang hari dia mencari bayang-bayang gundukan bukit pasir. Menanti dan bersembunyi.

'Umar telah berangkat sebelumnya. Ia thawaf tujuh kali, lalu naik ke atas Ka'bah. "Wahai Quraisy", katanya. "Hari ini putera Al Khaththab akan berhijrah. Barangsiapa yang ingin isterinya menjanda, anaknya menjadi yatim, atau ibunya berkabung tanpa henti, silakan hadang 'Umar di balik bukit ini!" 'Umar adalah lelaki pemberani. 'Ali, sekali lagi sadar. Dinilai dari semua segi dalam pandangan orang banyak, dia pemuda yang belum siap menikah. Apalagi menikahi Fathimah binti Rasulillah! Tidak. 'Umar jauh lebih layak. Dan 'Ali ridha.

Cinta tak pernah meminta untuk menanti
Ia mengambil kesempatan
Itulah keberanian
Atau mempersilakan
Yang ini pengorbanan

Maka 'Ali bingung ketika kabar itu meruyak. Lamaran 'Umar juga ditolak.

Menantu macam apa kiranya yang dikehendaki Nabi? Yang seperti 'Utsman sang miliarderkah yang telah menikahi Ruqayyah binti Rasulillah? Yang seperti Abul ’Ash ibn Rabi'kah, saudagar Quraisy itu, suami Zainab binti Rasulillah? Ah, dua menantu Rasulullah itu sungguh membuatnya hilang kepercayaan diri.

Di antara Muhajirin hanya 'Abdurrahman ibn 'Auf yang setara dengan mereka. Atau justru Nabi ingin mengambil menantu dari Anshar untuk mengeratkan kekerabatan dengan mereka? Sa'd ibn Mu'adz kah, sang pemimpin Aus yang tampan dan elegan itu? Atau Sa’d ibn 'Ubaidah, pemimpin Khazraj yang lincah penuh semangat itu?

"Mengapa bukan engkau yang mencoba kawan?", kalimat teman-teman Ansharnya itu membangunkan lamunan. "Mengapa engkau tak mencoba melamar Fathimah? Aku punya firasat, engkaulah yang ditunggu-tunggu Baginda Nabi.. "

"Aku?", tanyanya tak yakin.

"Ya. Engkau wahai saudaraku!"

"Aku hanya pemuda miskin. Apa yang bisa kuandalkan?"

"Kami di belakangmu, kawan! Semoga Allah menolongmu!"

'Ali pun menghadap Sang Nabi. Maka dengan memberanikan diri, disampaikannya keinginannya untuk menikahi Fathimah. Ya, menikahi. Ia tahu, secara ekonomi tak ada yang menjanjikan pada dirinya. Hanya ada satu set baju besi di sana ditambah persediaan tepung kasar untuk makannya. Tapi meminta waktu dua atau tiga tahun untuk bersiap-siap? Itu memalukan! Meminta Fathimah menantikannya di batas waktu hingga ia siap? Itu sangat kekanakan. Usianya telah berkepala dua sekarang.

"Engkau pemuda sejati wahai 'Ali!", begitu nuraninya mengingatkan. Pemuda yang siap bertanggungjawab atas cintanya. Pemuda yang siap memikul resiko atas pilihan- pilihannya. Pemuda yang yakin bahwa Allah Maha Kaya. Lamarannya berjawab, "Ahlan wa sahlan!" Kata itu meluncur tenang bersama senyum Sang Nabi.

Dan ia pun bingung. Apa maksudnya? Ucapan selamat datang itu sulit untuk bisa dikatakan sebagai isyarat penerimaan atau penolakan. Ah, mungkin Nabi pun bingung untuk menjawab. Mungkin tidak sekarang. Tapi ia siap ditolak. Itu resiko. Dan kejelasan jauh lebih ringan daripada menanggung beban tanya yang tak kunjung berjawab. Apalagi menyimpannya dalam hati sebagai bahtera tanpa pelabuhan. Ah, itu menyakitkan.

"Bagaimana jawab Nabi kawan? Bagaimana lamaranmu?"

"Entahlah.."

"Apa maksudmu?"

"Menurut kalian apakah 'Ahlan wa Sahlan' berarti sebuah jawaban!"

"Dasar tolol! Tolol!", kata mereka,

"Eh, maaf kawan.. Maksud kami satu saja sudah cukup dan kau mendapatkan dua! Ahlan saja sudah berarti ya. Sahlan juga. Dan kau mendapatkan Ahlan wa Sahlan kawan! Dua-duanya berarti ya !"

Dan 'Ali pun menikahi Fathimah. Dengan menggadaikan baju besinya. Dengan rumah yang semula ingin disumbangkan ke kawan-kawannya tapi Nabi berkeras agar ia membayar cicilannya. Itu hutang.

Dengan keberanian untuk mengorbankan cintanya bagi Abu Bakr, 'Umar, dan Fathimah. Dengan keberanian untuk menikah. Sekarang. Bukan janji-janji dan nanti-nanti.

'Ali adalah gentleman sejati. Tidak heran kalau pemuda Arab memiliki yel, "Laa fatan illa 'Aliyyan! Tak ada pemuda kecuali Ali!" Inilah jalan cinta para pejuang. Jalan yang mempertemukan cinta dan semua perasaan dengan tanggung jawab. Dan di sini, cinta tak pernah meminta untuk menanti. Seperti 'Ali. Ia mempersilakan. Atau mengambil kesempatan. Yang pertama adalah pengorbanan. Yang kedua adalah keberanian.

Dan ternyata tak kurang juga yang dilakukan oleh Putri Sang Nabi, dalam suatu riwayat dikisahkan bahwa suatu hari (setelah mereka menikah) Fathimah berkata kepada 'Ali, "Maafkan aku, karena sebelum menikah denganmu. Aku pernah satu kali jatuh cinta pada seorang pemuda"

'Ali terkejut dan berkata, "kalau begitu mengapa engkau mau manikah denganku? dan Siapakah pemuda itu?"

Sambil tersenyum Fathimah berkata, "Ya, karena pemuda itu adalah Dirimu" ini merupakan sisi ROMANTIS dari hubungan mereka berdua.

Kemudian Nabi saw bersabda: "Sesungguhnya Allah Azza wa Jalla memerintahkan aku untuk menikahkan Fatimah puteri Khadijah dengan Ali bin Abi Thalib, maka saksikanlah sesungguhnya aku telah menikahkannya dengan maskawin empat ratus Fidhdhah (dalam nilai perak), dan Ali ridha (menerima) mahar tersebut."

Kemudian Rasulullah saw. mendoakan keduanya:

"Semoga Allah mengumpulkan kesempurnaan kalian berdua, membahagiakan kesungguhan kalian berdua, memberkahi kalian berdua, dan mengeluarkan dari kalian berdua kebajikan yang banyak." (kitab Ar-Riyadh An-Nadhrah 2:183, bab4)


Kisah Romantis ini diambil dari buku Jalan Cinta Para Pejuang, Salim A.Fillah
chapter aslinya berjudul "Mencintai sejantan 'Ali"

Selasa, 23 April 2013

Biarkan cinta mengalir bebas

Cinta percaya apa yang tidak mungkin dapat dilakukan. Dan kemudian cinta membuat hal itu terjadi.

Cinta adalah alasan yang menentang semua alasan. Cinta bahkan menyatukan orang-orang yang tidak pernah setuju bisa sebaliknya.

Berikan cinta bukan karena itu kewajiban kita. Berikanlah cinta karena kita bisa.

Tawarkan cinta bukan karena kita mencari harta karun sebagai imbalan. Tawarkan cinta, dan kita akan menemukan bahwa itu adalah harta terpendam.

Bila kita tidak yakin apa yang harus dikatakan, maka biarkanlah cinta yang bicara. Jika kita tidak dapat memutuskan ke mana harus pergi, maka putuskanlah untuk bertindak dari perspektif cinta.

Cinta dapat menghubungkan yang telah retak, memberdayakan sebuah komunikasi, menyala dan memahami seperti apa-apa lagi yang bisa dilakukan.

Biarkan cinta mengalir bebas dari setiap sudut dalam hidup kita. Biarkan cinta menembus ruang dan sekat simpati yang paling dalam. Biarkan cinta menemukan muara Kasih dan KebesaranNya.

>>follow @CepPangeran

Selasa, 09 April 2013

Bekerja dan cinta

Apa pun yang kita benar-benar nilai dan cintai, bekerjalah untuk itu. Tempatkanlah usaha dalam cinta kita, dan tempatkan cinta ke usaha kita.

Tanpa sebuah usaha, maka cinta itu dangkal dan tidak tulus. Tanpa cinta dan komitmen di balik itu semua, maka upaya sebagian besar akan terbuang.

Ketika kita membenci pekerjaan yang dikerjakan, apa mungkin hal ini bisa tercapai? Namun ketika kita menghargai dan mencintai pekerjaan, maka tidak ada batas untuk apa yang dapat kita lakukan.

Apakah kita menemukan cara untuk melakukan apa yang kita sukai, atau cara untuk mencintai apa yang kita lakukan, karena hasilnya adalah sama. Karena kekuatan dan efektivitas cinta kita dalam usaha yang akan membawa segala macam hal-hal positif dalam hidup kita.

Dengan setiap usaha, pasti ada masalah dan kemunduran. Namun mereka tidak bisa mengurangi nilai dari upaya yang kita lakukan itu. Dapatkan fokus diri pada gambaran-gambaran besar.

Jika kita tidak dapat membayangkan bagaimana mungkin kita bisa mencintai apa yang dilakukan, ambil langkah mundur dan meletakkannya dalam konteks yang lebih besar. Jika tugas tampaknya tidak menyenangkan, maka pertimbangkan pekerjaan.

Jika kita tidak bisa mencintai pekerjaan, maka pertimbangkanlah karir. Bingkailah pekerjaan kita di ruang yang cukup besar, maka cinta akan memberikan kekuatan untuk usaha kita itu.

Senin, 04 Maret 2013

Pelajaran TERBAIK yang dipelajari hanya melalui Kepedihan

Pelajaran TERBAIK yang dipelajari hanya melalui Kepedihan

Ketika Seseorang pergi menjauh darimu
Biarkan dia pergi .. ..

Kadang-kadang ..

Terluka .. diperlukan untuk membuat kita berkembang ..
Kegagalan .. diperlukan untuk membuat kita tahu ..
Kehilangan .. diperlukan untuk membuat kita mendapatkan ..

Dalam kehidupan, kita semua memiliki:

rahasia yang tak terkatakan ..
penyesalan yang tak dapat diubah ..
mimpi yang tak tercapai ..
dan cinta yang tak terlupakan ..

Ingat ..

Beberapa pelajaran .. TERBAIK, dipelajari hanya
melalui kepedihan .. !


Rabu, 27 Februari 2013

Duhai Angin, Salam Cintaku Padanya

Duhai angin…
Tolong sampaikan salam cintaku padanya
Walaupun terletak di ujung planet bumi sekalipun Namun aku tetap rindu
Rindu karena persahabatan yang terjalin lintas batas teritorial
Rindu karena cintaku berujung persahabatan yang kekal

Duhai angin…
Tolong sampaikan salam cintaku padanya
Walaupun jauh di negeri seberang
Namun aku tetap menjadi sahabatnya
Karena cintaku wangi dan harum semerbak kesturi
Walau terkadang susah mengartikan nilai-nilai cinta saat ini

Jika aku tiada
Jika aku pejamkan mata
Biarlah cintaku ini abadi, cinta yang setia ini
Biar pun engkau jauh
Sambutlah salam hangatku…salam persahabatan
Karena aku masih menjadi sahabat terbaikmu sampai kapanpun

Duhai angin…
Tolong sampaikan salam cintaku padanya
Teruntuk sahabatku…
Di negeri seberang yang telah mengirimkan surat cinta kepadaku


Jumat, 08 Februari 2013

Dengan cinta

Masukan tidak ada kaitannya dengan tuntutan pada cinta, dan cinta akan membawa kita banyak perubahan. Biarkan cinta itu pergi, dan itu akan jadi milik kita dalam kelimpahan yang besar.

Dengan cinta, apa yang lemah akan tumbuh jadi kuat. Dengan cinta, apa yang tidak mungkin menjadi nyata.

Cinta dapat menemukan keindahan dan nilai bahkan dalam situasi yang paling putus asa. Cinta akan membawa harapan di mana tidak ada lagi yang bisa.

Meskipun cinta itu tidak dapat dijelaskan, dan tidak pernah bisa dipungkiri. Cinta memiliki realitasnya sendiri yang melampaui keterbatasan yang tidak bisa dijelaskan.

Cinta akan mengangkat apa yang menyentuh ke dimensi yang lebih tinggi. Ketika cinta itu hadir, ketakutan akan tenang, luka menjadi sembuh, dan sukacita yang mulia datang dalam jangkauan kita.

Cinta, bukan karena ada sebuah alasan, tetapi karena ada banyak kemungkinan. Cinta, dan kita akan tahu apa yang kita tidak dapat mengerti.

Karena cinta datang dari yang punya segala cinta yang ada di alam semesta, yang Mahatinggi, Mahacinta, Mahaagung, Ilahi Rabbi, dan tidak datang dari yang lain.

Selasa, 15 Januari 2013

Upaya cinta

Sulit untuk mencapai sesuatu yang berharga dengan upaya setengah hati. Namun ketika upaya apapun dilakukan dengan rasa syukur dan semangat, maka hal itu akan membawa manfaat yang banyak.

Jika kita akan melakukan pekerjaan itu, lakukan yang terbaik untuk menaruh ke dalam. Jika kita akan mengajukan sebuah upaya, maka kita mungkin juga mendapatkan hasil yang sangat besar dari itu.

Semakin kita menyukai sebuah usaha, maka nilai lebih itu akan menciptakan. Antusiasme kita masuk ke dalamnya, sekaligus pemenuhan yang nyata akan keluar.

Tapi bagaimana bisa kita mempertahankan antusiasme untuk melakukan sesuatu yang kita benci? Masalahnya adalah kita benar-benar tidak bisa.

Kita dapat menemukan alasan yang positif dan bermakna untuk apa kita lakukan, atau kita dapat pindah ke sesuatu yang lain. Setiap pendekatan yang lain kemungkinan akan menyebabkan kekecewaan atau lebih buruk lagi.


Senin, 07 Januari 2013

Kekuatan cinta

Kita dapat mengubah dunia dalam sekejap dengan cara kita memilih untuk melihatnya. Kita dapat mengubah masalah menjadi peluang, kecemasan menjadi antusiasme, dan putus asa menjadi tekad.

Kualitas apa yang kita lihat, tergantung pada perspektif dari mana kita melihatnya. Dan perspektif itu sepenuhnya terserah kita.

Alih-alih bereaksi lagi dan lagi untuk kekacauan dan turunnya keadaan, kita memiliki pilihan yang lebih kuat. Kita dapat memilih untuk hidup dari perspektif konstan dan tak tergoyahkan cinta.

Alih-alih memerangi sebagian besar dari apa yang terjadi, maka kita dapat memilih untuk diangkat lebih tinggi oleh semua yang terjadi. Dari perspektif cinta, kita akan melihat kemungkinan-kemungkinan yang positif dalam setiap situasi.

Cara hidup dari cinta adalah harus benar-benar ikhlas dan sepenuhnya jujur dengan diri sendiri. Dalam kebenaran yang sebernarnya, siapa kita dan apa kita tulus menilai, adalah kekuatan tak terbatas dari cinta itu.

Memungkinkan kita untuk benar-benar terjadi. Dan biarkan kekuatan warna cinta dunia kita menjadi terang benderang melewati batas.


Jumat, 04 Januari 2013

Belajar dari cinta

Cinta adalah fitrah yang dimiliki setiap manusia
namun bagaimana kita membingkai cinta tersebut
agar cinta tidak mengendalikan diri kita
tetapi diri kitalah yang mengendalikan cinta

Mungkin hal itu cukup sulit
apalagi menemukan teladan itu
disekitar kita, untuk saat ini
walaupun bukan tidak ada
bisa jadi karena kita tidak mengetahui
saking rapatnya cinta dikendalikan

Tetapi...
justru terbanyak yang muncul ke permukaan
yang justru seharusnya tidak kita contoh
apakah kekurangan teladan?
mungkin saja

Dan fragmen terbesar dari cinta hakiki adalah
tentang membingkai perasaan dan
bertanggung jawab akan perasaan tersebut
karena ia bukanlah janji-janji
untuk menepis mimpi

Kamis, 03 Januari 2013

Hidup dalam cinta

Kita memiliki kemampuan untuk mencintai. Dan dari kemampuan itu datang setiap kemampuan. Cinta dapat mengubah beban yang paling menyakitkan menjadi kekuatan yang tak terbayangkan.

Berhenti berjuang melawan apa yang telah dan kita mulai cintai, apa yang bisa kita tahu. Hidup dalam cinta, dan kita hidup dengan kekuasaan.

Hidup dalam cinta, dan kemungkinan terbaik dalam diri kita untuk mengetahui ekspresi penuh. Cinta membuat kita tetap fokus pada apa yang benar-benar penting.

Cinta membuat kita tetap melawan segala rintangan. Lepaskan kekhawatiran, cemas, kemarahan, frustrasi, karena cinta ada di sana.

Dan cinta itu bersinar lebih terang daripada sebelumnya. Hidup dalam cinta. Karena memang hidup kita penuh dengan cinta.


Sabtu, 22 Desember 2012

Usia baru (happy birthday)

Usia hari ini terus berlari menggantikan usia yang lalu. Hari demi hari, minggu demi minggu, bulan demi bulan dan tahun berganti tahun. Usia baru berganti dan datang, usia lalu telah pergi meninggalkan. Usia baru penuh kemantapan yang siap dijalankan.

Satu tahun dari sekarang, bagaimana kita ingat hari ini? Apa keputusan dan komitmen yang akan kita lakukan, apa tindakan yang akan kita ikuti, yang akan membedakan usia lalu dengan usia baru dari yang lain?

Usia baru yang dimulai hari ini memang adalah kesempatan emas bagi kita. Semoga ini dapat menjadi usia terbaik kita. Usia baru harus dapat diisi dengan keberhasilan dan prestasi, sukacita dan makna. Karena semua ini dapat menjadi hal-hal lain dan lebih, melalui partisipasi aktif dan antusias kita di usia baru.

Pikirkan sejenak betapa beruntungnya kita, berada di sini pada hari ini, di usia yang baru. Pikirkan semua kemungkinan hal yang positif di usia baru. Melihat ke depan dan melihat diri kita menjadi orang yang benar-benar dapat mencapai kebaikan. Kita semua pasti bisa melakukannya, dan hari ini adalah usia baru yang tepat untuk memulainya.

Hari ini adalah usia baru. Tidak ada harta karun, emas, permata yang datang dan apa yang kita miliki sekarang. Hari ini, pada awal di usia baru. Ini adalah milik kita untuk tetap dan terus hidup dengan cinta dan kasihNya. Di usia baru, kita bisa membuatnya besar.


Bekasi, Minggu 23 Desember 2012

Cecep Y Pramana
Tarwiyah
Faris Kasyfi Aziz
Muhammad Ammar Azmi
Alifih Hurun Ain


:: Ya Allah, usiaku berkurang satu hari ini dari tahun lalu, 42 tahun (23 Desember 1970-23 Desember 2012). Berikanlah kebaikan didalamnya, jagalah kebaikan dan keberkahan di dalamnya. Penuhilah doa dan munajatnya untuk selalu bersama Cinta-Mu


Selasa, 18 Desember 2012

Dengan cinta

Apapun yang kita lakukan, maka lakukanlah dengan cinta dan sukacita. Buatlah hari ini dan setiap saat jadi berharga dengan menghargai nilai-nilai yang sudah pasti ada

Berikan hal yang terbaik dan harapan kepada orang-orang di sekitar kita. Cerahkan setiap tempat yang kita singgahi. Karena hidup ini penuh dengan kemungkinan yang luar biasa. Dan dalam setiap situasi, pasti ada nilai yang besar.

Rayakan nasib baik dengan kesadaran untuk membuat perbedaan dan perubahan. Maju terus untuk hidup penuh dengan keikhlasan, kebaikan, serta perubahan besar.

Hiduplah dengan penuh cinta dan penghargaan yang tulus untuk semua yang ada di sekitar kita. Berikan makna yang unik dengan kelimpahan diri kita kepada mereka di sekitar kita.

Dengan penuh cinta, melihat kebenaran yang besar dari apa yang kita miliki hari ini. Dengan cinta, membuatnya lebih besar.

Jumat, 30 November 2012

Bersyukur, sikap menerima kenyataan

Semestinya kita mensyukuri apa pun yang menimpa kita. Ini bukan soal keberuntungan. Bersyukur menuntun kita untuk senantiasa menyingkirkan sisi negatif dari hidup. Orang lain mungkin berkata bahwa kita tidak realistis. Namun, bersyukur adalah sikap menerima kenyataan. Adakah yang lebih realistis sebelum kita terbebas dari kecemasan dan ketakutan akan kenyataan?

Bersyukur mendorong kita untuk bergerak maju dengan penuh antusias. Tak ada yang meringankan hidup selain sikap bersyukur. Semakin banyak kita bersyukur semakin banyak kita menerima. Semakin jauh kita mengingkari, semakin berat beban yang kita jejalkan pada diri sendiri. Banyak orang terpaku pada kegagalan lalu mengingkarinya.

Sedikit sekali yang melihat keberhasilan lalu mensyukurinya. Kita takkan pernah berhasil dengan menggerutu dan berkeluh kesah. Kita berhasil karena berusaha. Sedangkan usaha kita lakukan karena melihat sisi positif. Hanya dengan bersyukurlah sisi positif itu tampak di pandangan kita.

Penebang mengasah kapaknya. Pemburu mengencangkan busurnya. Penulis meraut pensilnya. Mereka harus memperbarui peralatannya. Ini adalah prinsip sederhana tentang produktivitas. Tak banyak pohon yang bisa ditebang oleh kapak yang tumpul dan aus.

Tak ada buruan yang mampu ditaklukkan oleh busur yang renta. Tak sebuah kata bisa tertulis dari pensil yang patah. Maka, apa yang harus kita asah agar tetap meraih kehidupan pribadi dan karier yang penuh dan berlimpah?

Kita memiliki sesosok tubuh yang pasti renta terkikis usia. Juga kecerdasan yang segera tak banyak berarti tertinggal kemajuan jaman. Serta sekepal hati nurani yang mudah diburamkan oleh debu-debu dunia. Maka tiada yang patut kita rawat selain tubuh agar senantiasa menjadi rumah yang nyaman bagi jiwa.

Tiada yang perlu kita asah selain pikiran dan ketrampilan agar selalu dapat digunakan untuk membuka pintu kemakmuran. Serta, tiada yang harus kita pertajam selain hati nurani yang memungkinkan kita mendengar nyanyian kebahagiaan hidup ini.